Sunday, October 2, 2011

shortaaaa!


ini cerpen yang dulu pas kelas X disuruh bikin smaa guru bahasa Indonesia. maaf ,amatiran! haha.enjoy :

KITA DAPAT DIJADIKANCERITA                                           
                                            OLEH: Kartika Devana Nisa X-1                
Kamis, 14 April 2011, yup, itu adalah tanggal di mana sang guru Bahasa Indonesia menugaskan Daniva untuk membuat suatu karya tulis yaitu cerpen. Waktunya cukup lama sih, karena sekolah akan diliburkan pada tanggal 18-24 April. Terus saja nih merasa masih punya banyak waktu, padahal  kita tidak ada yang tau apa yang  nanti akan terjadi sewaktu-waktu. Daniva mendapat  pr dari sekolah nggak kira – kira. Guru – guru sekarang pada tega ya? Haha.  Sekarang Daniva harus mencari inspirasi untuk menyelesaikan tugas ini, “Mau buat cerpen apa yaaa? Kok sepertinya pikiran belum mendapatkan ilham samaa sekali gini sih?” tanya Daniva pada diri sendiri saat sedang menunggu bel pulang di kelasnya. “Mungkin butuh waktu ya, Siapa tahu seiring berjaannya waktu libur bisa mendapatkan inspirasi yang benar-benar kinclong.amin deh” ia berharap.                                                                                               
Pulang sekolah masih terniang-niang dengan tugas bahasa Indonesia. Sambil mencium tangan ibunya ia bertanya “Maah maah, mamaaah cantik… Aku mau buat cerpen nih, mama ada ide nggak maah?” . “Cerpen opo to nak ? mama kan lagi motong wortel muoso ditanyain cerpen? Maaf ya nak mama ndak tau.” Jawab sang mama. “ yaaah, mamaah. Yaudah deh nggapapa, Daniva ke kamar dulu ya mah” .ia bergegas masuk ke kamar . Di dalam kamar ia langsung tidur terlentang di atas kasurnya karena kelelahan . Lalu ia menyalakan AC berniat untuk menghilangkan rasa panas dari tubuhnya sekaligus untuk merelaksasi diri dan pikiran. “duh, cerpen gue tentang apaan ya ceritanya?Boro boro ceritanya, temanya aja enggak tau. Haduuuuuuh gimana niih?” Daniva terus berfikir.                                                                     
       Tiba-tiba ia berfikiran untuk mengirimkan pesan singkat “SMS” ke sahabatnya yaitu Avero. Teman satu geng Daniva yang  sekarang berbeda sekolah, tetapi mereka tetap dekat dan tetap sering berkomunikasi serta saling membantu satu sama lain.Daniva dan Avero kenal sejak SMP. Dulu mereka sama- sama mengikuti ekstrakulikuler bola basket di SMPnya . Dan mereka bulan bulanan menjadi bahan kecengan teman –teman di sekolahnya sekaligus teman – teman satu gengnya . “Ver, sumpah gue lagi suntuk banget nih mikirin tugas cerpen gue, libur – libur gini disuruh bikin cerpen masa, haha. Bisa bantuin gue nggak ? kasih inspirasi doong please coooy!” isi SMS Daniva untuk Avero. Beberapa saat kemudian Avero membalas SMSnya “ Cepern?hari gini jaman bikin cerpen? Hahaha, eh  vay kalo cerpen cepernan jangan nanya ke gua dah, susah bos. Mending gini nih kan libur masih panjang nih, gimana kalo senin besok kita ke SMP aja! kangen udah lama ga liat SMP kita tercinta ,nanti ajak yang lain juga yang banyak biar rame biar sekalian kaya reunian. Gimana, setuju ga lo vay (panggilan avero kepada Daniva) ?”. “ weeeetseeeh, ide bagus tuh Ver!Bener banget iya gue juga kangen sama semuanya, kangen juga sama looo, munyuuu unyuuuu,hahahha. Terus siapa tau aja gue bisa dapet inspirasi buat cerpen gue” balas Daniva dengan penuh semangat. “Naaah, gue kan emang ngangenin Ver!haha, ayodaah atur aja atur, besok kita kabarin ke yang lain biar senin pada ngumpul okeh?” kata Avero.                                                            
  Esok harinya Avero bergegas memberitahukan kepada teman – teman satu gengnya agar datang ke SMPN 123 , SMP dimana semua cerita persahabatan mereka berawal. Geng Avero dan Daniva yang terbentuk sejak tahun 2007 dan sampai sekarang masih solid dan tetap sering berkumpul bersama dan saling bersilaturahmi walaupun telah berbeda sekolah . Yang sekarang Anggotanya sudah lebih dari 30 anak . Ini bukan sekedar geng yang isinya sekelompok anak yang hanya bertujuan untuk berkumpul dan bermain bersama, Tetapi mereka juga tetap menjunjung nilai edukasi, kesehatan, serta agama. Karena jadwal kegiatan mereka bervariasi, seperti belajar bersama pada saat dahulu mau menjelang UN sampai sekarang ini mereka masih tetap saling bertukar pikiran dan ilmu mereka akan pelajaran sekolah serta terkadang mereka memanggil guru untuk mengajarkan mereka. Sering kali mereka juga mengadakan sparing futsal serta bermain sepedah sebagai cara untuk berolah raga yang menyehatkan namun tetap menyenangkan dan peduli terhadap lingkungan. Dan tidak lupa disela-sela aktivitas tersebut, mereka tetap melaksanakan kewajiban agamanya seperti sholat 5 waktu, sholat jum’at dan mengaji bersama. Maka dari itu avero tidak sabar untuk mengajak mereka ke SMP tersebut, “Res, tolong kasih tau ke semua anak kalau senin besok berkumpul di SMPN 123 ya sekallian silaturrahmi ke guru –guru. Makasih” SMS  Avero kepada Resna. Lalu dengan bergegasnya Resna memberitahukan kabar tersebut ke temannya .                                                                      
    Hari senin pun tiba,Daniva bergegas untuk pergi ke SMPN 123 bersama dua orang temannya yaitu Rasha dan Vina. Di angkutan umum Daniva memberitahukan tentang tugas cerpennya itu kepada mereka berdua “ Vin,sha gue dapet tugas disuruh bikin cerpen masa, tapi masih oblong banget nih gue belom dapet ide sama sekali , bantuin dong guys. Please !” . “Ya ampun Va, boro boro bantuin tugas cerpen lo, tugas liburan dari sekolah kita berdua aja juga banyak, bener nggak vin ? “jawab Rasha . Vina mengangguk “ Iya iya, bener banget tuh kata Rasha,tapi nanti kalo misalnya tiba-tiba gue dapet ide gue kasih tau lo va, pasti deh. Siapa tahu bisa membantu J”. Daniva menjawab “oh ok deh, thanks ya Vin, Sha” .                                                   
  Sesampainya di SMPN 123, mereka semua benar-benar melepas rasa kangennya terhadap sekolah tersebut, teman –teman, serta guru- guru. Tidak lupa mereka mengunjungi kantin dimana dulu sebagai tempat untuk ngumpul dan makan bersama serta merencanakan sesuatu. Saat Daniva sudah sampai di kantin, ia mendengar ocehan teman –teman satu gengnya yang terus membahas tentang konser Justin Bieber yang akan di selenggarakan pada tanggal 23 mendatang.” Uhuuy, si Selena Gomez dateng nih,ciee yang  mau konser di Jakarta sama mas Vero Bieber” ujar anak-anak yang ada di kantin. “ Apaan siih selena selena-an, sana tuh Tanya sama si Bieber. Haha” balas Daniva sambil sedikit kesal. Daniva merasa agak kesal dan malu karena ia dan Avero sebagai bulan-bulanan kecengan anak satu geng karena kedekatan mereka yang apdahal Cuma bersahabat. Dan belum laggi model rambut Avero yang bisa dibilang mirip seperti model   rambut Justin Bieber membuat teman – temanya semakin menjulukinya mas Bieber dan dan selena Gomez untuk Daniva karena di dunia nyata mereka memang sedang digosipkan berdekatan.                                                                                                       
    Terkadang Daniva kesal mendengarkan ledekan teman – temannya , tetapi Daniva tetap menganggapnya sebagai hiburan semata. Toh  Daniva dan Avero telah memiliki pasangan masing masing, mereka berdua sama sama sudah memiliki pacar . Jadi julukan tersebut tidak ada maksud apapun. “ Eh,pada ngomongin konser Justin ya ? lo pada nonton nggak ? “ Tanya Daniva . dan beberapa anak menjawab tidak tetapi ada juga yang ternyata akan menonton. “ Wah asik nih kalo lo pada nonton, nanti kita bareng ya” . “Siip dah Vaaay, :D” Saut Avero dengan semangat mewakili smeua teman- temannya.                                                                                            
 Keesokan harinya Daniva ingin bertemu dengan sang kekasih yaitu Kiky berniat untuk memberikan  2 tiket konser justin bieber kepadanya. Kiky  memesan 2 tiket Justin bieber karena ia mendapat pesanan dari sahabatnya juga. Akhirnya, di suatu kafe di daerah Pondok Suram mereka bertemu. Dua insan yang saling mencintai bertatap penuh dengan kasih sayang dan penuh kegembiraan. Lalu sesuai janjinya, Daniva memberikan dua tiket konser yang telah di pesan Kiky.”makasih ya sayang, kamu baik banget sih  beliin pesanan aku sama temen aku, thanks ya J” ujar Kiky . “Oh iya, sama sama sayang, ini kan buat kita juga sama sahabat kamu kan “ Daniva menjawab. Akhirnya mereka berdua mengakhiri pertemuan mereka,dan tidak sabar menunggu hari H karena akan menonton konser bersama .”sampai ketemu hari senin ya sayang J, byee ” Ucap Daniva   .      
    Begitu indah cerita cinta Daniva dan Kiky yang telah terjalin sejak SMP sampai saat ini walaupun tidak lagi satu sekolah. dengan kepercayaan sebagai prinsip yang mereka pegang teguh  dalam sebuah hubungan membuat mereka tetap bertahan walaupun badai berlalu lalang, isu yang terus bergunjang-ganjing semua dapat dilalui bersama.                                                                  
  Sampai pada akhirnya ,Tibalah saat  yang paling ditunggu-tunggu para remaja penggemar Justin Bieber di Jakarta dan sekitarnya. Sabtu, 23 April 2011 waktu diselenggarakannya konser Justin Bieber  di daerah Sentul. Daniva,Avero, Rasha ,dan Vina sangat semangat pada hari itu “ eh sumpah deh , gue gasabar banget nanti malem. Dan sampe sekarang gue masih nggapercaya deh kalo Justin lagi di Jakarta, “Whoaaaaaaaa, semoga nanti malam bakalan jadi malam terindah kita ya temen temen” ujar Daniva dengan penuh semangat  sampai matanya berbinar-binar.”iya Amiiiin bangeet Ya Allah!! Semoga hari ini bakalan seru, soalnya kita bakalan ngeliat Justin , LIVE !waaah, ngga sabaar :D” saut Rasha. “Eh nanti kita berangkat jam berapa nih ?” Tanya Avero. Vina menjawab “Bagimana kalau sekitar jam setengah 5? nanti acaranya jam 7 kan ? di daerah Sentul lagi, takutnya macet” dan dengan sekejap mereka semua sejutu dengan usulan Vina.                                                                                                       
  Tepat pukul 16.20 ternyata mereka sudah bersiap siap berangkat dari rumah Daniva . Daniva memutuskan untuk membawa mobil sendiri ke tempat acara bersama Rasha dan Vina, sementara Avero juga membawa mobil pribadi tetapi ia memutuskan untuk berangkat sendiri dari rumah dan bertemua Daniva,  Rasha serta Vina di tempat konser. Lalu mereka berangkat pukul 16.30 dan sekitar satu setengah jam mereka sudah sampai ke tempat tujuan.                              
  Setelah turun dari mobil, Daniva ,Rasha, dan Vina segera menyiapkan tiket mereka dan mencari Avero. Ternyata Avero sudah sampai lebih dulu dan menunggu mereka.dan mereka sudah tidak sabar dan ingin segera masuk ke dalam gedung dengan terburu-buru. Tetpai tiba- tiba wajah Daniva terlihat sedikit murung dan gelisah.”vaay, kenapa lo? Katanya mau have fun kok tiba –tiba jadi murung gini sih lo?” Tanya Avero penasaran.”kiky belum datang niih ver, dihubungin susah lagi !” jawab Daniva . “Duh, tapi bentar lagi udah mau mulai yaa” jawab avero dengan sedikit kesal.”udah deh, lo semua duluan aja, gue mau nunggu Kiky dulu di sini sampai dateng” ucap Daniva. Akhirnya Avero, Rasha, dan Vina menuruti kata-kata Daniva. Mereka memasuki gedung konser terlebih dulu.                                                                                                 
Sudah setengah jam Daniva menunggu di pintu masuk tetapi Kiky belum datang juga. Dan sekitar lima menit lagi acara akan dimulai. Akhirnya Daniva memutuskan untuk segera masuk ke gedung karena benar-benar tidak ingin melewatkan satu detik pun penampilan dari sang penyanyi hiphop itu.tidak lupa daniva mengirim pesan singkat kepada Kiky “aku sudah di dalam gedung , maaf nggak nungguin kamu. Habisnya kamu lama banget sih. Sampai  Ketemu di dalam saja yaa :)”. Daniva terkejut akan ramainya suasana di dalam, ternyata sudah benar-benar penuh dengan khalayak . Ia langsung bergegas mencari dimana Avero, Rasha dan Vina berada.dan setelah  melewati penuh sesak penonton akhirnya ia menemukan mereka. Dengan semangat mereka menonton Konser Justin Bieber karena itu adalah moment yang sangat mereka tunggu- tunggu .                                                                                                                                  
 Satu jam berlangsungnya konser, tiba tiba sekilas Daniva melihat sosok Kiky berada di antara lautan penonton , tetapi ia tidak sendiri. Ia bersama seorang perempuan cantik dan Kiky tidak segan untuk merangkulnya saat bernyanyi bersama menonton konser tersebut. Lalu Daniva dengan tergesa gesa mengampiri Kiky dan perempuan tersebut . Penuh sesak penonton diterobosnya sampai ia menabrak seseorang dan ternyata ia adalah salah seorang teman Kiky yang bernama  Rafael “ el, itu Kiky sama siapa ?” Tanya Daniva dengan penuh penasaran. “Lah,itu kan pacarnya Kiky yang baru ,kemana aja lo ? masa nggatau sih ? lagian lo juga udah putus kan sama Kiky?” jawab Rafael dengan susah payah berteriak ke Daniva karena luar biasa ramainya acara tersebut. Daniva langsung berbalik arah dan tidak jadi menghampiri kiky.                              
    Daniva kembali ke tempat Avero dan lainya berada, dan berbisik kepada Avero bahwa ia ingin meninggalkan gedung.avero mengira bahwa Daniva pergi untuk beberapa saat seperti halnya ke toilet. Maka dari itu avero membiarkan Daniva dan tidak khawatir. Tapi ternyata, Daniva benar benar meninggalkan gedung dan segera berlari ke parkiran untk mengambil mobilnya. Daniva langsung tancap gas dan pergi dari tempat tersebut. Pikiran daniva sungguh kacau, perasaan yang bercampur aduk, antara kecewa, sedih, kesal, dan hancur akan semua kejadian yang telah ia lihat barusan.ia kira satu tiket untuk yang di pesan kiky itu benar-benar untuk sahabatnya, ternyata tiket itu untuk pacar Kiky yang lain. Sungguh buyarnya konsenterasi Daniva saat mengendarai mobil . Belum lagi karena kondisi saat itu hujan sangat deras yang membuat jalan licin dan menyulitkan Daniva untuk melihat jalan dengan jelas. Ia mengendarai mobil sambil menangis penuh kesal dan sesak sampai tragedi mengenaskan terjadi padanya saat di jalan tol. Mobilnya menabrak pembatas jalan tol. Dan saat kecelakaan itu terjadi masih sempat-sempatnya jari Daniva mengetik sms untuk Avero utuk memberitahu keberadaannya. Sungguh malang Daniva,  kecewa karena perbuatan kiky, belum lagi sekarang ia tertimpa musibah dan ia juga belum sempat menonton konser Justin sampai habis. Padahal ia sangat menanti – nantikan lagu “U Smile” yaitu lagu yang sangat di favoritkan Daniva.                        
Tepat pada saat berakhirnya konser Justin Bieber, Avero telah mengecek hp-nya dan melihat pesan dari Daniva. Avero , Rasha dan Vina sangat terkejut akan hal itu. Lalu mereka bergegas untuk menuju tempat kecelakaan. Sampai di sana sudah ada satu mobil polisi berada pada lokasi kejadian tersebut, dan Avero segera menghampiri Daniva yang tidak berdaya pada saat itu dan segera membawa daniva ke Rumah Sakit  bersama dengan Rasha dan Vina. Sepanjang jalan Rasha dan Vina menangis karena syok dan sangat sedih akan musibah yang  menimpa Daniva. Dan sesampainya dirumah sakit Daniva langsung dilarikan ke UGD. Selama perjalanan ke UGD Daniva hanya berbaring dengan mata terpejam seperti halnya orang pingsan tetapi ia menggenggam tangan avero sampai di depan pintu UGD,tetapi Avero sempat melihat air mata yang berlinang di wajah Daniva.                                                                                                      
Setelah itu Avero langsung memberitahukan berita tersebut kepada keluarga Daniva dan keesokan harinya Avero mendapat kabar bahwa keadaan Daniva sudah membaik karena telah melewati  masa kritisnya. Sungguh lega perasaan Avero, Rasha, Vina dan seluruh keluarga Daniva. Lalu Daniva sudah bisa keluar dari Ruangan UGD dan Avero segera member tahukan kepada anak-anak satu gengnya akan kabar daniva dan mengajak mereka untuk menjenguk daniva.                                                                                       
   Esok harinya Daniva dapat tersenyum kembali karena keadaanya yang sudah semakin membaik. Terlebih lagi dengan hadirnya teman teman daniva di rumah sakit tersebut. Mereka dapat memulihkan semangat Daniva, dan Daniva sangat sangat gembira dan merasa sehat kembali.”Eh temen-temen , nasib tugas cerpen gue gimana ya? Gue ngulur-ngulur waktu gini sih sampe –sampe ternyata sekarang gue terbaring disurmah sakit gini, gimana mau nyelesainnya ?haha” ucap daniva tiba-tiba . “Yeilah Va, masih aja inget tugas cerpen. Udah deh lo tenang aja , nanti gue bantuin ketikin tugas lo itu sesuai sama ide lo” saut Rasha dengan penuh partisipasi.danivapun menjawab “ Ih, dibilang ide aja gue belom dapet sama sekali tau nggak”. “ vaay, gue tau lo harus nyeritain apa ,selama liburan ini lo dapet pengalaman dan pelajaran banyak kan , naah semua ini bisa dibikin cerita kok J “ usul Avero. “ Oh iya, bener banget ver . nagapain ngarang susah –susah ya. Kita semua kan bisa dijadikan cerita  ^^ “ ucap Daniva dengan gembira.                                                                                                                                     
Setelah Daniva sudah dibolehkan pulang dari rumah sakit, Daniva memanfaatkan waktu yang ada  untuk mengerjakan cerpen dibantu dengan semua teman- temannya. Sampai akhirnya jadilah cerpen yan di karang oleh daniva. Esok harinya saat masuk sekolah, tugas cerpen tersebut langsung dikumpulkan kepada guru Bahasa Indonesia. Dan setelah pertemuan selanjutnya pada pelajaran yang sama,semua cerpen di bagikan kembali tetapi di lembaran kertasnya sudah ada nilai yang teterta. Dan tidak disangka-sangka daniva mendapat nilai cerpen tertinggi di kelasnya. Dan guru Bahasa Indonesia nya menjanjikan karangan Daniva akan di tempel  pada majalah dinding sekolah dan akan di ketik ulang pada salah satu halaman di  majalah sekolah agar bisa dibaca para siswa lain karena ceritanya yang sangat menarik.                                                    
  Setelah peristiwa yang cukup mengenaskan hati tersebut Daniva tetap bersyukur kepada Tuhan, karena sekarang ia dapat mengambil hikmahnya dan ia juga mendapatkan balsan dari Allah S.W.T yang sangat menggembirakan . Disamping kabar Kiky yang sudah tidak terdengar lagi setelah konser itu berlangsung, sudah jelas – jelas hubungan Daniva dan Kiky telah berakhir dan walaupun Daniva telah disakiti, ia sama sekali tidak ada niat untuk membalas dendam karena ia percaya pada Tuhan yang akan membalas perbuatan tersbut. Selain mendapatkan hasil yang baik dari cerpen tersebut tak lama kemudian ia mendapatkan surprise (kejutan) dari teman-temannya karena pada saat itu adalah hari ulang tahun Daniva yaitu pada tanggal 29 April 2011.                 
  Saat hari itu hampi berakhir, kesenangan Daniva pun juga belum berakhir, ternyata Avero mengahmpiri Daniva untuk menyanyikkan sebuah lagu dengan gitarnya. Dan ternyata lagu itu adalah lagu favorit Daniva yang padaa saat konser Justin Bieber belum sempat ia dengar . sungguh gembira hati Daniva walaupun lagu itu tidak ia dengar dari penyanyinya langsung, tetapi setidaknya lagu itu dinyanyikan oleh sahabatnya yang sering di juluki  “Mas Bieber” di antara teman – temanya. Walaupun tidak mirip, Daniva tetap senang dan menyanyikan lagu itu bersama semua teman-temannya pada hari yang berbahagia itu. Hari itu di akhiri dengan tebaran senyuman manis di wajah Daniva yang sesuai dengan lirik lagunya “ ‘Cause whenever, when you smile, I smile :) ”.